Jumat, 17 Mei 2013

Perang iha (1632-1652)

Perang IHA I
Dalam tahun 1570, penginjilan  telah mulai digiatkan disaparua dibawah pimpinan padri mascarenhas,Raja Iha dengan rakyatnya tidak rela dan mereka segera menyusun kekuatan melawan portugis.dalam peperangan itu ,tampil seorang pejuang yang juga adalah seorang imam besar dari kerajaan iha yang berjuang mempertahankan kerajaannya.beliau lebih terkenal dengan nama Kapitan Ulupalu .

Pertempuran dimulai dari ujung  utara jazirah hatawano dengan tidak henti-hentinya.Banyak orang portugis yang  gugur demikian juga dipihak pasukan iha.Karena banyaknya darah yang mengalir ditempat sungai yang ada disekitar situ,warnanya menjadi merah sungai itu oleh rakyatnya disebut air potang-potang yang sebenarnya “air potong-potong” karena disitu banyak mayat portugis dibuang.

Peperangan terhenti setelah kapitan Ulupalu gugur dalam suatu pertempuran  yang sangat dasyhat dan melelahkan ketika Sancho datang membantu pihak portugis dengan pasukan dan senjata yang lebih besar.Walau akhirnya portugis berhasil dengan penginjilannya di beberapa negri,namun harus dibayar dengan harga mahal sekali karena orang-orang kerajaan Iha memperlihatkan kemampuannya sehingga pasukan portugis menderita kekalahan besar.

Para rakyat kerajaan iha yang dipimpin oleh kapitan Ulupalu telah memperlihatkan sikap kepahlawanannya, tempat dimana beliau gugur dinamakan oleh Penduduk-Penduduk disana dengan  istila “hatu imam” dan untuk mengenang jasa-jasa kepahlawanannya ,ibukota kerajaan Iha dinamakan AMAIHA ULUPALU. Sampai tiba saatnya Portugis angkat kaki dari Maluku,Kerajaan Iha tak berhasil ditaklukan oleh potugis.

Perang IHA II

Rakyat Iha sebenarnya sudah sejak ke abad 17 telah memusuhi  Belanda,karena seperti daerah penghasil cengkeh lainnya ,Kerajaan Iha pun tak luput dari inceran kompeni untuk diambil tindak kekerasan .karena dianggap suka melawan dan sukar untuk untuk ditaklukan ,Belanda sangat  tidak senang terhadap raja dan rakyat Iha.sulitnya menaklukan mereka karena setiap kali ada bahaya ,seluruh rakyat iha segera menyingkir ke atas gunung amaihal yang merupakan sebuah gunung di jazirah Hatawano pulau saparua.Disitulah terdapat Ibukota kerajaan iha yang bernama AMAIHA.

Menurut sejarah hancurnya pertahanan Iha adalah disebabkan karena penghianatan dari dua orang kaki tangan belanda,masing-masing dari Tuhaha dan Ullath bermarga Sasabone dan toupessi.penghianatan ini telah diungkapkan oleh para leluhur dengan sebuah kapata dalam bahasa Iha yang masih dihayati sampai sekarang dan biasa dituturkan dalam upacara –upacara adat sebagai kenangan terhadap kejayaan Iha yang hancur karena penghianatan.
         Kapata itu berbunyi sebagai berikut :
  “Sasabone kutuke,Toupessi tobate,puna leka Amaihal”
Artinya :
 “Terkutuklah Sasabone dan Toupessi ,karena merkalah yang menghancurkan Kerajaan Amaiha”

Dari bunyi kapata diatas yang telah berusia lebih dari 330 tahun dapat diketahui bahwa orang Belanda telah memperalat Penduduk Tuhaha dan Ullath shingga VOC berhasil mengalahkan kerajaan Iha.menurut orang iha sumpahan itu jelas terlihat kepada keduaa matarumah(marga itu ).

Pada Zaman kekuasaan Gubernur de Vlamigh,pada tahun 1652 rakyat iha terlihat lagi dalam peperangan menentang VOC.sebelum pertempuran dimulai ,VOC telah mengirim utusan untuk minta kepada raja Iha  agar rakyatnya  turun berdiam di tepi pantai.mereka yang diutus adalah dari marga  sasabone dan toupessi.raja Iha menolak usulan kompeni,namun kedua utusan itu memutarbalikan fakta dengan mengatakan bahwa raja Iha  bersama semua rakyatnya bersedia turun.

Karena telah lama menunggu sedangkan belum ada tanda-tanda   bahwa mereka  akan turun,de vlamingh mulai melancarkan serangan terhadap pertahanan iha.Pasukan Iha dengan semangat berapi-api menentang  serangan de vlamingh dengan pasukannya yang dibantu negri-negri Kristen disekitar kerajaan iha  yang berhasil diperalat.pertempuran berlangsung dngan sangt  serunya.Bertubi-tubi meriam belanda ditembakan namun tak berhasil mengalahkan benteng Ama Iha.

Dalam keadaan yang hamper putus asa pasukan VOC mendapat saran dari kedua penghianat tadi ,supaya jangan menembak dengan peluru biasa ,tetapi sebaiknya dimasukan tulang babi kedalam meriam untuk ditembakkan kearah benteng dan masjidnya.percaya atau tidak setelah merim yang berisi tulang babi itu ditembakan dan jatuhnya tepat di halaman masjid Amaiha yang sangat indah itu,terjadilah sebuah keributan sehingga membuat panik  penghuni Amaihal.

Karena melihat tulang babi yang jatuh berserakan rakyat Iha pun hilang semangatnya untuk mengadakan perlawanan karena masjid telah berlumuran najis,sehingga tidak ada tembakan balasan untuk VOC.pasukan de Vlamingh berkesimpulan bahwa tulang babi itu merupakan bom waktu bagi rakyat iha untuk menghentikan pertempuran,lalu kedua penghianat tadi menenjukan jalan pula menuju Amaihal.

Tentara de Vlamingh yang menyerbu secara serempak membuat penduduk menjadi panic dan lari kucar-kacir menyelamatkan diri,karena mereka tidak mau tunduk pada kekuasaan Belanda.Raja iha dibunuh pada saat itu sedangkan keluarganya berhasil melarikan diri.padamulanya mereka ke Amahai di seram,namun mereka meninggalkan amaiha karena mereka merasa kurang aman sebab dicari-cari oleh belanda.

Akhirnya mereka menetap di hoamual disalah satu tempat dimana mereka  dapat melihat jazirah hatawano sayup-sayup dari jauh setelah 12.000 penduduk daerah itu telah dideportasikan dari hoamual pada tahun 1656.sebagai kenangan atas kerajaan iha ,tempat pemukiman barunya dinamakan ihaluhu.namun sebelum menetap di hoamual,mereka untuk beberapa lamanya tinggal di Buru selatan.

Penduduk asli iha yang berhasil dikristenkan tinggal di negrinya bernama Ihamahu berasal dari bahasa iha yang berbunyi”iha maane hahu” yang berarti”orang iha yang sudah bias makan babi” namun karena  lidah orang belanda  yang  kurang mahir dalam bahasa daerah ,akhirnya menjadi Ihamahu. Untuk menyelamtkan diri dari belanda ,marga Latusopacua diganti dengan Latukaisupi.dengan runtuhnya kerajaan iha berarti daerah kekuasaannya langsung diperintah oleh VOC kepada penduduk lease yang membantu mereka.

Pada saat ini hanya ada sebidang tanah dibawah kaki gunung Amaihal yang ditempati oleh sebagian penduduk Amaiha  yang kembali sesudah meluptkan dirinya dari kejaran de Vlamigh.Tempat inilah yang menjadi Negri  Iha sekarang.namun akibat konflik di Maluku pada tahun 1999 yang mengakibatkan negri  iha  diserang,dan  mereka sekarang memilih tempat baru  di pulau seram  Maluku tengah yang berbatasan dengan negri sepa.


2 komentar:

  1. Ass Man,, ana minta tolong ada informasi mengenai sejarah Desa Lisabata? tolong bagikan.. thanks before

    BalasHapus
  2. Kaka bu.. maaf b asli orang ullath.. tapi setau b, selama b tinggal di ullath fam toupessi seperti yang ditulis diatas itu tidak pernah ada di ullath.. di tiang baileo pun fam itu tidak ada.. coba kaka bu cari sumber yg jelas mengenai hal ini..

    BalasHapus

ROBOHNYA TIANG ALIF MASJID ULIHALAWANG NEGRI HILA

Warga masyarakat di Desa Hila, Kabupaten Maluku Tengah dikejutkan dengan robohnya Tiang Alif  Masjid Hasan Sulaiman atau yang dike...